Penyebab Diare

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya diare, seperti faktor lingkungan gizi, kependudukan, dan pendidikan sosial ekonomi, dan perilaku masyarakat. Sedangkan penyebab diare sendiri adalah peradangan usus yang disebabkan oleh beberapa sebab, yaitu :

  1. Bakteri, virus, parasit (jamur, cacing, dan protozoa)
  2. Keracunan makanan/minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun kimia
  3. Kurang gizi
  4. Alergi terhadap susu
  5. Hilangnya kekebalan tubuh

Selain 5 hal diatas, yang ikut menjadi penyebab terjadinya penyakit diare adalah parasit (giardiasis) dan GE (flu perut). Anak yang sedang terapi dengan pemakaian antibiotik pun dapat menyebabkan terjadinya diare. Maka, apabila diare terjadi saat anak sedang dalam pengobatan antibiotik segera hubungi dokter.

Orang yang alergi susu pun bisa terserang diare. Diare biasanya timbul beberapa menit atau jam setelah minum susu, biasanya pada alergi susu sapi dan produk-produk yang terbuat dari susu sapi. Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain pun demikian, misalnya infeksi saluran kencing, infeksi telinga, campak, dan lain-lain.

Diare juga bisa muncul akibat tangan yang kotor dan dapat pula karena tertular dari binatang peliharaan, dan kontak langsung dengan feses atau marterial yang menyebabkan diare. Namun demikian, disamping beberapa faktor yang menjadi penyebab diare diatas, sebenarnya ada beberapa hal lagi yang menjadi faktor utama dari terjadinya diare, yaitu :

  1. Gizi yang buruk. Keadaan in melemahkan kondisi tubuh penderita sehingga timbulnya diare akibat penyakit lain menjadi sering dan semakin parah.
  2. Ketidakmampuan alat pencernaan seorang bayi untuk memproses susu dapat menyebabkan ia mengalami diare.
  3. Seorang bayi yang tidak mampu mencerna makanan yang baru dan belum dikenali.
  4. Akibat alergi pada makanan tertentu.
  5. Penggunaan obat-obatan tertentu yang tidak dapat diterima oleh jaringan tubuh akan menyebabkan penyakit sampingan berupa diare.
  6. Infeksi dalam perut yang disebabkan virus, cacing, atau bakteri.
  7. Terlalu banyak makan buah mentah atau makanan berlemak
  8. Keracunan makanan
Posted in Penyebab Diare | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Faktor Penyebab Penyakit Diiare

Diare adalah kondisi dimana terjadi frekuensi defekasi yang  tidak biasa (lebih dari 3 kali sehari), juga perubahan jumlah dan konsistensi (feses cair). Hal ini biasanya berkaitan dengan dorongan, rasa tidak nyaman pada area perianal, inkontinensia, atau kombinasi dari faktor penyebab penyakit diare ini. Tiga faktor yang menentukan keparahannya, sekresi intestinal, perubahan penyerapan mukosa, dan peningkatan motilitas. Diare dapat akut atau kronis. Diare diklasifikasikan sebagai tinggi volume, rendah volume, sekresi, osmotic, dan campuran. Diare dapat disebabkan oleh pengobatan tertentu, pemberuan makan melalui seolang, kelainan metabolic, dan endokrin, serta infeksi virus/ bakteri. Penyebab lainnya adalah kelainan nutrisi dan malabsorpsi, deficit sfingter ani, sindrom Zollinger-Ellison, ileus paralitik, dan obstruksi usus.

Faktor penyebab penyakit diare nonspesifik merujuk pada penyebab diare. Bila diare disebabkan oleh adanya infeksi baik bakteri, parasait, mapun virus, maka disebut diare spesifik. Diare nonspesifik dapat terjadi akibat salah makan (makanan terlalu pedas sehingga mempercepat peristaltic usus), ketidakmampuan lambung dan usus dalam memetabolisme laktosa (terdapat dalam usus hewani) diswebut lacotose intolerance, ketidakmampuan memetabolisme sayuran atau buah tertentu (kubis, kembang kol, sawi, nangka, durian), juga infeksi virus-virus noninvansive yang terjadi pada anak umur dibawah 2 tahun karena rotavirus.

Tanda diare nonspesifik adalah :

  1. Tidak terjadi kenaikan suhu tubuh penderita
  2. Tidak ditemukan lendir atau darah di feses penderita.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan dengan menghindari faktor penyebab penyakit diare. Contohnya, bila tidak mampu memetabolisme laktosa, maka dapat minum sus nabati (berasal dari kedelai, beras merah). Namun, upaya yang  paling penting dalam penanganan diare adalah mengoreksi kehilangan cairan dan elektrolit tubuh (dehidrasi) dengan penggantian cairan dan elektrolit secepat mungkin (rehidrasi) Bila masih memungkinkan secara oral, maka larutan gula garam atau oralit buatan pabrik telah mkencukupi asalkan diberikan sesuai patokan (sesuai umur penderita dan berat ringannya dehidrasi). Penyebab kematian terbesae pada kasus diare adalah terjadinya dehidrasi bukan karena bakteri atauu penyebab lainnya.

Menjaga agar dehidrasi segera terkoreksi, oralit haris diberikan dalam 3 jam pertama dari saat terjadinya diare. Bila penderita muntah, tunggulah sampai sepuluh menit, segera berikan oralit. Pada anak-anak, bila sulit diberikan langsung dapat diberikan sesendok the tiap 1-2 menit.

Pada diare hebat yang sering kali disertai muntah-muntah, tubuh kehilangan banyak air dengan garam-garamnya, terutama natrium dan kalium. Hal ini mengakibatkan tubuh kekeringan (dehidrasi), kekurangan kalium (hipokaliemia) dan adakalanya acidosis (darah menjadi asam) yang tidak jarang berkahirnya dengan shock dan kematian. Bahaya ini sangat besar khususnya bagi bayi dan anak-anak karena organismenya memiliki cadangan cairang intra-sel yang hanya kecil sedangkan cairan ekstra-selnya lebih mudah dilepaskannya dibanding tubuh oang dewasa.

 

Posted in Penyebab Diare | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Masalah Diare

Penyakit diare merupakan plesetan dari bahasa kedokteran diarrhea. Hingga kini diare menjadi child killer (pembunuh anak-anak) peringkat pertama di Indonesia. Definisi diarrhea adalah buang air encer lebih dari empat kali sehari, baik disertai lendir dan darah ataupun tidak. Penyebab masalah diare sangat kejam, tidak perduli ibu menangis karena bailtanya terkapar dan meninggal dunia akibat ulahnya.  Di dalam lambung manusia terdapat cairan asam yang mempunyai mekanisme menghancurkan setiap kuman. Cairan tersebut dinamakan asam lambung. Di dalam asam lambung terdapat enzim bernama ptyalin yang berguna menghancurkan dan mengubahnya menjadi glukosa yang dibutuhkan tubuh sebagai energy. Enzim  merupakan suatu protein dan bekerja sebagai katalisator, mempercepat berlangsunya suatu rekasi kimia. Di dalam tubuhy, jumlah enzim hanya sedikit terapi kemampuannya luar  biasa. Bekerjanya sangat khas yaitu hanya mau bekerja dilingkungan yang tepat. Enzim hanya mau bekerja secara efektif  pada suhu optimal 40 derajat celcius dan pH asam.

Enzim tidak akan bermetabolisme dengan baik jika suhu mencapai 50 derajat celcius. Sebaliknya, dalam suhu yang terlalu rendahpun, enzim enggan bekerja. Bagaimana enzim bekerha? Makanan dan minuman masuk ke dalam mulutl. Dalam perjalanannya ke usus, makanan diproses oleh enzim ptyalin. Amilum (bentuk makanan di dalam lambung) oleh enzim ini diubah menjadi bentuk sederhana dan sebagian berhasil diubah menjadi glukosa yang sudah diserap usus. Makanan berupa lemak (jeroan) dan protein (ikan) diteruskan ke bagian pencernaan. Pencernaan memiliki mekanisme metabolism dan cara yang ampuh untuk menghancurkan makanan sekaligus menangkal kuman atau bakteri yang menyerang lambung. Dalam kondisi normal, segala macam kuman dapat dibunuh atau dikeluarkan tubuh lewat tinja. Namun pada kondisi tuuh menurun, kuman tidak bisa dilumpuhkan, dan betah tinggal di dalam lambung. Jika terjadi hal demikian, akan timbul berbagai macam penyakit termasuk diare.  Penyebab masalah diare biasanya adalah karena penyakit, tumbuhnya gigi, kepekaan terhadap suatu makanan di dalam diet.

Di dalam tubuh terdapat jenis kuman yang jika tubuh dalam keadaan sehat bersifat kongensal (diam). Namun ketika tubuh sakit atau lemah kondisinya, kuman akan menjadi patogen, menimbulkan berbagai gangguan salah satunya ada;lah penyebab masalah diare. Dalam keadaan biasa, makanan dari usus halus yang masuk ke dalam usus besar tidak menimbulkan masalah karena ada kelep yang menghalanginya kembalinya kuman dari usus besar ke dalam usus halus. Namun, jika kelepnya rusak, berbagai macam kuman patogen akan masuk, seperti Escheriscia-coli atau jenis vibrio sebagai penyebab muntaber, mencret yang disertai gejala muntah-muntah.

Belum ada obat yang ampuh untuk memnbunuh kuman ini hanya daya tahan tubuh yang dapat menolaknya. Jika terjadi diare harus dilakukan pencegahan dehidrasi. Obat antibiotic yang diberikann dokter hanya bersifat menekan umur atau melemahkan kuman. Kuman lain nerupa salmonella meripakan kuman tifus yang menimbulkan gejala panas tinggi kurang lebih 1 minggu. Demamnya sangat spesifik. Pada sore atau malam hari suhu tubuh penderita menjadi tinggi, siang harinya suhu turun. Penderita tifus pada stadium lanjut sebaiknya harus dirawat dirumah sakit agar memperoleh perawatan yang intensif. Jika dibiarkan anak yang menderita tifys stadium lanjut dapat meninggal.

Posted in Penyebab Diare | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diare Nonspesifik

Diare adalah keadaan terjadinya Buang Air Besar (BAB) lebih dari 3 kali dalam sehari dengan konsistensi encer. Diare digolongkan sebagai diare akut dan diare kronis berdasarkan lamanya terjadi diare. Bila diare terjadi selama kurang dari 2 minggu, maka digolongkan diare akut, selebihnya bersifat kronis.

Diare Nonspesifik

Diare nonspesifik merujuk pada penyebab diare. Jika disebabkan oleh adanya infeksi baik bakteri, parasit maupun virus, maka disebut diare spesifik. Diare nonspesifik dapat terjadi akibat salah makan (makanan terlalu pedas sehingga mempercepat peristaltic usus), ketidakmampuan lambung dan usus dalam memetabolisme laktosa (terdapat dalam susu hewani) disebut lactose intolerance, ketidakmampuan memetabolisme sayuran atau buah tertentu (kubis, kembang kol, sawi, nangka, durian), juga infeksi virus-virus noninvasive yang terjadi pada anak umur dibawah 2 tahun karena rotavirus.

Tanda dan gejala diare nonspesifik, yakni :

a. Tidak terjadi kenaikan suhu tubuh penderita
b. Tidak ditemukan lendir atau darah di feses penderita

Terapi Nonfamakologi

Upaya paling penting dalam penanganan diare adalah mengoreksi kehilangan cairan dan elektrolit secepat mungkin (rehidrasi). Bila masih memungkinkan secara oral, maka larutan gula garam atau oralit buatan pabrik telah mencukupi asalkan diberikan sesuai patokan (sesuai umur penderita dan berat ringannya dehidrasi). Penyebab kematian terbesar pada kasus diare adalah terjadinya dehidrasi, bukan karena bakteri atau penyebab lainnya.

Berikut ini tanda-tanda dehidrasi :

a. Dehidrasi Ringan

Mulut kering atau bibir kering, kehausan. Cairan yang keluar jumlahnya sekitar 5% dari berat badan penderita

b. Dehidrasi Sedang

Selain mulut kering, kehausan, juga terjadi penurunan tonus kulit (bila dicubit kulit akan kembali secara lambat). Cairan yang keluar berkisar 10% dari berat badan penderita. Urine mulai sedikit dan warnanya mulai lebih tua dari keadaan normal.

c. Dehidrasi Berat

Mata cekung, kulit pucat, bila dicubit sangat lambat kembali, ujung-ujung jari dingin, kesadaran menurun. Urine sudah tidak keluar atau jika keluar pun sangat sedikit dan berwarna sangat pekat. Cairan yang keluar lebih dari 50% berat badan penderita

Menjaga agar dehidrasi segera terkoreksi, oralit harus diberikan dalam 3 jam pertama dari saat terjadinya diare. Bila penderita muntah, tunggulah sampai 10 menit, segera berikan oralit. Pada anak-anak, bila sulit diberikan langsung, dapat diberikan sesendok teh tiap 1-2 menit.

Selain itu juga harus diperhatikan pemberian oralit setiap habis BAB

Kandungan Oralit

Oralit, Pharolit, Bioralit (Indonesia), Gastrolyte, Hidralyte, Repalyte (Australia), Glukosa, Natrium, Kalium, Klorida, dan Sitrat

Posted in Penyebab Diare | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Penyakit Diare

Diare ringan tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3-5 hari. Hal ini dapat dijelaskan karena sel-sel selaput lendir yang luka dan rusak, bersama virus (atau kuman) dan toksinnya, dilepaskan dalam waktu kurang lebih 4 hari dan dikeluarkan dengan tinja untuk kemudian diganti oleh sel-sel baru. Dengan demikian keseimbangan antara penyerapan dan pengeluaran cairan oleh selaput lendir dinormalisir kembali. Oleh karena itu cukup bila istirahat dan banyak minum air (atau ORS) guna memelihara kadar garam dan air dalam tubuh.


Penghambat Diare

Untuk mengurangi diare dan mempercepat penyembuhannya, sering kali digunakan berbagai jenis obat. Diare yang disertai darah, demam dan kejang-kejang perut hebat sebaiknya tidak diobati sendiri, pilihannya :

1. Loperamida (Imodium)

Kebanyakan di negara Barat adalah obat bebas, tetapi di Indonesia masih memerlukan resep. Obat ini banyak digunakan karena sangat ampuh untuk mempersingkat waktu diare sampai 2-3 hari. Kerjanya berdasarkan menekan peristaltik berlebihan dari usus dan memulihkan keseimbangan yang terganggu antara penyerapan dan pengeluaran air dari sel dinding usus. Efeknya lebih ditingkatkan bila pada penderita juga diberikan ORS.

2. Arang Aktif (Bekarbon, Norit)

Bila loperamida kurang berhasil, arang aktif juga sering kali ampuh. Terutama pada diare akibat salah makan atau disebut juga keracunan makanan. Arang aktif sangat berguna untuk mengadsorpsi zat-zat asing dan zat beracun yang berasal dari makanan rusak (basi, terurai oleh kuman). Untuk efek optimal perlu diminum dalam dosis cukup besar, yakni 2-3 kali sehari 3-4 tablet

3. Obat Rumah Tangga

Akhirnya masih dapat disebut minuman Coca Cola yang oleh sementara wisatawan diminum untuk mencegah dan menyembuhkan diare perjalanan. Diduga khasiatnya terletak pada Ekstrak Cola yang merupakan konstituen standar dalam minuman ini dan yang mengandung asam lemak dan antioksidansia.

4. Obat Dokter

Obat-obatan tersebut diatas dapat digunakan untuk penanganan sendiri diare virus ringan, tetapi tidak berguna untuk diare yang disebabkan oleh bakteri, seperti disenteri basiler dan kolera. Untuk penyakit ini tersedia sejumlah obat lebih efektif yang dapat memusnahkan bakteri penyebabnya dalam usus. Obat antibakteri demikian meliputi beberapa jenis sulfa (sulfasuksidin dan sulfaguanidin) dan antibiotika (neomisin) yang hanya dapat diperoleh atas resep dokter.

Untuk diare yang penyebabnya virus, obat-obatan ini tidak efektif karena tidak bekerja sebagai antivirus dan tidak mempercepat penyembuhan

Posted in Penyebab Diare | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Diare

Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan.

Penyebab Diare

Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), kelebihan vitamin C, dan mengonsumsi Buah-buahan tertentu. Biasanya disertai sakit perut dan seringkali mual dan muntah. Memakan makanan yang asam, pedas, atau bersantan sekaligus secara berlebihan dapat menyebabkan diare juga karena membuat usus kaget.

Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Sebagai bagian dari proses digestasi, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai usus besar. Usus besar menyerap air, meninggalkan material yang lain sebagai kotoran yang setengah padat. Bila usus besar rusak atau radang, penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair.

Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, penderita yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk orang yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.

Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius, seperti disentri, kolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn. Meskipun penderita apendisitis umumnya tidak mengalami diare, diare menjadi gejala umum radang usus buntu.

Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan. jadi apabila mau mengkonsumsi alkohol lebih baik makan terlebih dahulu.

Cara Mencegah Diare

Guna mencegah terjadinya diare, kebersihan perlu ditingkatkan untuk menjauhkan kemungkinan infeksi oleh virus atau bakteri. Tindakan pencegahan berikut ini perlu diperhatikan dengan baik :

1. Sayur-mayur hendaknya di cuci dengan baik (atau dimasak) sebelum dimakan

2. Buah-buahan sebaiknya dikupas kulitnya

3. Di tempat-tempat yang disangsikan kebersihannya, hanya minum air yang telah dimasak atau minum air mineral

4. Selalu mencuci tangan dengan sabun setelah buang air dan setiap kali sebelum makan

5. Semua bahan makanan harus disimpan dalam wadah tertutup untuk menghindari infeksi oleh lalat dan serangga lain. Daging mentah atau matang, nasi, sayuran, sup dan lain-lain, sebaiknya disimpan di lemari es

Pada keadaan parah penderita perlu istirahat total, artinya diam di rumah dan sebaiknya berbaring agar luka di dinding usus menyembuh. Selain itu perlu pantang makanan tertentu, antara lain gorengan, makanan berlemak atau zat merangsang (sambal dan merica). Hanya makanan yang mudah dicerna boleh dimakan, seperti bubur encer dengan kecap atau garam, roti panggang atau biskuit. Buah apel yang diparut juga dapat diberikan karena mengandung banyak pektin.

Minum banyak cairan. Tubuh terdiri dari 70% air. Air mempunyai peranan penting dalam tubuh, antara lain yang mengangkut semua bahan gizi ke tempat yang dibutuhkan dan menyalurkan “sampah” ke ginjal untuk dikeluarkan. Memelihara cairan tubuh dengan banyak minum adalah sangat penting terutama jika tubuh kehilangan banyak cairan akibat diare yang disertai muntah-muntah dan suhu tubuh yang meningkat. Hal ini terutama penting pada anak kecil dan orang lanjut usia karena pada mereka keseimbangan cairan lebih mudah terganggu dengan akibat timbulnya kekeringan (dehidrasi). Minuman sebaiknya air teh dengan sedikit gula, kaldu tanpa lemak, perasan buah-buahan atau larutan ORS, sedangkan susu dan kopi tidak dianjurkan.

Posted in Penyebab Diare | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment