Penyebab Diare

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab diare muncul, seperti faktor lingkungan gizi, kependudukan, dan pendidikan sosial ekonomi, dan perilaku masyarakat. Sedangkan penyebab diare sendiri adalah peradangan usus yang disebabkan oleh beberapa sebab, yaitu :

  1. Bakteri, virus, parasit (jamur, cacing, dan protozoa)
  2. Keracunan makanan/minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun kimia
  3. Kurang gizi
  4. Alergi terhadap susu
  5. Hilangnya kekebalan tubuh

Selain 5 hal diatas, yang ikut menjadi penyebab terjadinya penyakit diare adalah parasit (giardiasis) dan GE (flu perut). Anak yang sedang terapi dengan pemakaian antibiotik pun dapat menyebabkan terjadinya diare. Maka, apabila diare terjadi saat anak sedang dalam pengobatan antibiotik segera hubungi dokter.

Penyebab Diare

Orang yang alergi susu pun bisa terserang diare. Diare biasanya timbul beberapa menit atau jam setelah minum susu, biasanya pada alergi susu sapi dan produk-produk yang terbuat dari susu sapi. Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain pun demikian, misalnya infeksi saluran kencing, infeksi telinga, campak, dan lain-lain.

Diare juga bisa muncul akibat tangan yang kotor dan dapat pula karena tertular dari binatang peliharaan, dan kontak langsung dengan feses atau marterial yang menyebabkan diare. Namun demikian, disamping beberapa faktor yang menjadi penyebab diare diatas, sebenarnya ada beberapa hal lagi yang menjadi faktor utama dari terjadinya diare, yaitu :

  1. Gizi yang buruk. Keadaan in melemahkan kondisi tubuh penderita sehingga timbulnya diare akibat penyakit lain menjadi sering dan semakin parah.
  2. Ketidakmampuan alat pencernaan seorang bayi untuk memproses susu dapat menyebabkan ia mengalami diare.
  3. Seorang bayi yang tidak mampu mencerna makanan yang baru dan belum dikenali.
  4. Akibat alergi pada makanan tertentu.
  5. Penggunaan obat-obatan tertentu yang tidak dapat diterima oleh jaringan tubuh akan menyebabkan penyakit sampingan berupa diare.
  6. Infeksi dalam perut yang disebabkan virus, cacing, atau bakteri.
  7. Terlalu banyak makan buah mentah atau makanan berlemak
  8. Keracunan makanan

Pada dasarnya penyebab diare ini dapat terjadi disebabkan dari makan dan minuman yang kita konsumsi akan di proses dilambung, usus dua belas jari dan juga usus kecil bagian pangkal oleh asam lambung. Serta enzym yang dibuat oleh pankreas dan cairan empedu juga ikut membantu memproses makanan tersebut. Kemudian bahan gizi dan cairan yang telah selesai di proses akan langsung diserap oleh usus kecil dan usus besar sehingga bentuk tinja anda makin lama akan makin padat. Penyakit diare tersebut terjadi apabila ada gangguan di saluran pencernaan. Hal tersebut dapat terjadi akibat dari reaksi cairan yang berlebihan, gangguan penyerapan atau juga diakibatkan karena gerakan usus yang terlalu cepat sehingga waktu penyerapan cairan ini mengalami gangguan.

Gejala Penyakit Diare

Penyakit diare akan menimbulkan beberapa gejala yang terjadi tergantung pada penyebab diare yang ada pada diri anda. Gejala tersebut seperti :

  1. Bentuk tinja yang keluar dari dalam tubuh anda yang cair. Pada kelainan ini misalnya infeksi disentri, kanker usus yang bisa disertai dengan lendir dan juga darah.
  2. BAB yang lebih sering dari biasanya bahkan bisa lebih dari 3 kali dalam kurun waktu satu hari.
  3. Merasakan perut yang mulas sampai kramp
  4. Perut kembung karena terlalu banyak cairan yang hilang dari dalam tubuh
  5. Demam terutama yang paling sering terjadi pada diare yang disebabkan dari infeksi kuman.
  6. Mual dan juga muntah yang terjadi akibat efek dari rasa mual yang muncul.

Pencegaha Penyakit Diare

Penyebab diare yang terjadi pada diri anda tanpa anda sadari dapat menimbulkan penyakit diare dan bila anda tidak segera diperiksa akan menjadi diare yang lebih parah lagi. Penyakit ini dapat dicegah dengan beberapa cara :

  1. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengolah dan menyimpan makanan atau minuman yang akan anda konsumsi secara higienis.
  2. Usahakan untuk selalu membersihkan tangan anda sengan menggunakan air dan sabun antiseptik sebelum dan sesudah makan.
  3. Menghindari mengkonsumsi makanan yang diketahui dapat menjadi penyebab munculnya penyakit diare pada diri anda.
  4. Menghindari mengkonsumsi makanan yang disajikan dalam kondisi yang masih mentah.

Pengobatan Penyakit Diare

Semua penyakit yang ada pasti memiliki jenis pengobatan yang berbeda pada setiap penyakitnya. Untuk pengobatan yang dilakukan atau diberikan pada penderita penyakit diare ini seperti :

  1. Daun Ubi Kayu

Daun ubi kayu ini ternyata dapat anda gunakan untuk mengurangi gejala dari penyakit diare yang anda alami. Di dalam ubi kayu dan daunnya memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daun singkong mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium, kalori, forfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit batang, mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat.

Cara penggunaan daun ubi kayu untuk pengobatan penyebab diare ini adalah dengan merebus 7 lembar daun ubi kayu yang sudah anda sediakan dengan menggunakan air sebanyak 4 gelas. Tunggu hingga mendidih dan airnya tersisa setengahnya. Setelah matang, anda dapat mengangkat ramuan ini dan menyaringnya. Anda dapat langsung memberikannya pada penderita dua kali sehari di pagi dan sore hari.

  1. Jahe

Jahe selain dapat digunakan untuk mengatasi diare, dapat juga digunakan untuk mengatasi reumatik dan mtulang keropos. Jahe juga dapat digunakan untuk membuat badan anda hangat. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan obat diare adalah jahe lima belas gram, rimpang teratai 50 gram.

Cara membuat ramuan ini yaitu kedua bahan terlebih dahulu dicuci hingga bersih. Kemudian kedua bahan tersebut diparut atau bisa juga dibuat jus untuk diambil airnya. Setelah itu airnya disaring dan dapat langsung dikonsumsi oleh penderita diare sebanyak tiga kali sehari hingga penyakit diare yang dialami membaik.

Posted in Penyebab Diare | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Faktor Penyebab Penyakit Diare

Faktor penyebab penyakit diare salah satunya adalah disebabkan dari makanan. Diare adalah kondisi dimana terjadi frekuensi defekasi yang  tidak biasa (lebih dari 3 kali sehari), juga perubahan jumlah dan konsistensi (feses cair). Hal ini biasanya berkaitan dengan dorongan, rasa tidak nyaman pada area perianal, inkontinensia, atau kombinasi dari faktor penyebab penyakit diare ini.

Faktor Penyebab Penyakit Diare

Tiga faktor yang menentukan keparahannya, sekresi intestinal, perubahan penyerapan mukosa, dan peningkatan motilitas. Diare dapat akut atau kronis. Diare diklasifikasikan sebagai tinggi volume, rendah volume, sekresi, osmotic, dan campuran. Diare dapat disebabkan oleh pengobatan tertentu, pemberuan makan melalui seolang, kelainan metabolic, dan endokrin, serta infeksi virus/ bakteri. Penyebab lainnya adalah kelainan nutrisi dan malabsorpsi, deficit sfingter ani, sindrom Zollinger-Ellison, ileus paralitik, dan obstruksi usus.

Faktor penyebab penyakit diare nonspesifik merujuk pada penyebab diare. Bila diare disebabkan oleh adanya infeksi baik bakteri, parasait, mapun virus, maka disebut diare spesifik. Diare nonspesifik dapat terjadi akibat salah makan (makanan terlalu pedas sehingga mempercepat peristaltic usus), ketidakmampuan lambung dan usus dalam memetabolisme laktosa (terdapat dalam usus hewani) diswebut lacotose intolerance, ketidakmampuan memetabolisme sayuran atau buah tertentu (kubis, kembang kol, sawi, nangka, durian), juga infeksi virus-virus noninvansive yang terjadi pada anak umur dibawah 2 tahun karena rotavirus.

Gejala Penyakit Diare

Tanda diare nonspesifik adalah :

  1. Tidak terjadi kenaikan suhu tubuh penderita
  2. Tidak ditemukan lendir atau darah di feses penderita.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan dengan menghindari faktor penyebab penyakit diare. Contohnya, bila tidak mampu memetabolisme laktosa, maka dapat minum sus nabati (berasal dari kedelai, beras merah). Namun, upaya yang  paling penting dalam penanganan diare adalah mengoreksi kehilangan cairan dan elektrolit tubuh (dehidrasi) dengan penggantian cairan dan elektrolit secepat mungkin (rehidrasi) Bila masih memungkinkan secara oral, maka larutan gula garam atau oralit buatan pabrik telah mkencukupi asalkan diberikan sesuai patokan (sesuai umur penderita dan berat ringannya dehidrasi). Penyebab kematian terbesae pada kasus diare adalah terjadinya dehidrasi bukan karena bakteri atauu penyebab lainnya.

Menjaga agar dehidrasi segera terkoreksi, oralit haris diberikan dalam 3 jam pertama dari saat terjadinya penyakit diare. Bila penderita muntah, tunggulah sampai sepuluh menit, segera berikan oralit. Pada anak-anak, bila sulit diberikan langsung dapat diberikan sesendok the tiap 1-2 menit.

Pada diare hebat yang sering kali disertai muntah-muntah, tubuh kehilangan banyak air dengan garam-garamnya, terutama natrium dan kalium. Hal ini mengakibatkan tubuh kekeringan (dehidrasi), kekurangan kalium (hipokaliemia) dan adakalanya acidosis (darah menjadi asam) yang tidak jarang berkahirnya dengan shock dan kematian. Bahaya ini sangat besar khususnya bagi bayi dan anak-anak karena organismenya memiliki cadangan cairang intra-sel yang hanya kecil sedangkan cairan ekstra-selnya lebih mudah dilepaskannya dibanding tubuh orang

Beberapa gejala spesifik dari Faktor penyebab penyakit diare ini dapat langsung dikenali atau dirasakan oleh penderitanya. Gejala yang dirasakan adalah :

  • Tinja yang encer dengan frekuansi 4 kali lebih sering dari biasanya.
  • Rasa pegal yang terjadi pada punggung, dan perut yang sering berbunyi.
  • Buang air besar terus menerus yang disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan
  • mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan pada tubuh.
  • Diare yang dialami penderita yang diakibatkan oleh virus dapat juga menimbulkan rasa mual dan muntah
  • Badan merasa lesu dan lemas,
  • Suhu badan yang meningkat.
  • Menghilangnya nafsu makan penderita
  • dan kotoran yang bercampur dengan darah dan lendir.

Pengobatan Diare

Penyakit diare dapat disembuhkan dengan mengubah pola makan yang and makan. Beberapa jenis makanan yang dapat menjadi faktor penyebab penyakit diare ini adalah semua produk susu, makanan atau masakan yang digoreng, makanan yang berlemak (termasuk juga makanan mentega, minyak, atau kacang), makanan yang pedas, dan makanan yang mengandung banyak serat yang tidak larut. hal ini termasuk juga dengan buah-buahan atau sayuran mentah, roti gandum, jagung, atau kulit dan biji buah-buahan.

Untuk anda yang mengalami diare ada baiknya penyembuhan yang dilakukan dibantu dengan mengkonsumsi pisang, nasi putih, saus apel, roti tawar bakar/biskuit kering, makaroni atau mie biasa, bubur gandum, kentang rebus, atau juga dpat dengan mengkonsumsi yoghurt. Meskipun yogurt ini adalah salah satu produk dari susu, makanan ini sebagian dicernakan oleh bakteri yang dipakai untuk membuatnya.

Faktor penyebab penyakit diare ini dapat disembuhkan dengan menggunakan obat yang alami. Bahan dari obat yang digunakan dapat anda peroleh di sekitar rumah anda tapa harus mengeluarkan biaya yang mahal. Berikut ini ramuan yang dapat anda gunakan untuk pengobatan diare dengan menggunakan bahan-bahan dari tanaman jambu biji dan yang disiapkan yaitu akar, kulit, dan batang jambu biji sebanyak masing-masing satu potong, daun jambu biji 5 lembar, dan air 1,5 liter.

Cara membuat ramuan ini adalah : semua bahan dicuci hingga bersih. Kemudian bahan-bahan yang sudah anda sediakan direbus dengan air 1,5 liter hingga mendidih. Setelah matang angkat lalu disaring ramuan dan berikan pada penderita diare. Air rebusan dikonsumsi sehari dua kali setiap pagi hari maupun sore hari. Konsumsi ramuan ini hingga penyakit diare yang dialami membaik.

Faktor Penyebab Penyakit Diare

Posted in Penyebab Diare | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Masalah Diare

Penyebab masalah diare salah satunya adalah karena virus. Penyakit diare ini merupakan plesetan dari bahasa kedokteran diarrhea. Hingga kini diare menjadi child killer (pembunuh anak-anak) peringkat pertama di Indonesia. Definisi diarrhea adalah buang air encer lebih dari empat kali sehari, baik disertai lendir dan darah ataupun tidak.

Penyebab Penyakit Diare

Penyebab masalah diare sangat kejam, tidak perduli ibu menangis karena bailtanya terkapar dan meninggal dunia akibat ulahnya.  Di dalam lambung manusia terdapat cairan asam yang mempunyai mekanisme menghancurkan setiap kuman. Cairan tersebut dinamakan asam lambung. Di dalam asam lambung terdapat enzim bernama ptyalin yang berguna untuk menghancurkan dan mengubahnya menjadi glukosa yang dibutuhkan tubuh sebagai energy. Enzim  merupakan suatu protein dan bekerja sebagai katalisator, mempercepat berlangsunya suatu rekasi kimia. Di dalam tubuhy, jumlah enzim hanya sedikit terapi kemampuannya luar  biasa. Bekerjanya sangat khas yaitu hanya mau bekerja dilingkungan yang tepat. Enzim hanya mau bekerja secara efektif  pada suhu optimal 40 derajat celcius dan pH asam.

Enzim tidak akan bermetabolisme dengan baik jika suhu mencapai 50 derajat celcius. Sebaliknya, dalam suhu yang terlalu rendahpun, enzim enggan bekerja. Bagaimana enzim bekerha? Makanan dan minuman masuk ke dalam mulutl. Dalam perjalanannya ke usus, makanan diproses oleh enzim ptyalin. Amilum (bentuk makanan di dalam lambung) oleh enzim ini diubah menjadi bentuk sederhana dan sebagian berhasil diubah menjadi glukosa yang sudah diserap usus. Makanan berupa lemak (jeroan) dan protein (ikan) diteruskan ke bagian pencernaan. Pencernaan memiliki mekanisme metabolism dan cara yang ampuh untuk menghancurkan makanan sekaligus menangkal kuman atau bakteri yang menyerang lambung. Dalam kondisi normal, segala macam kuman dapat dibunuh atau dikeluarkan tubuh lewat tinja. Namun pada kondisi tuuh menurun, kuman tidak bisa dilumpuhkan, dan betah tinggal di dalam lambung. Jika terjadi hal demikian, akan timbul berbagai macam penyakit termasuk diare.  Penyebab masalah diare biasanya adalah karena penyakit, tumbuhnya gigi, kepekaan terhadap suatu makanan di dalam diet.

Gejala Dari Penyakit Diare

Di dalam tubuh terdapat jenis kuman yang jika tubuh dalam keadaan sehat bersifat kongensal (diam). Namun ketika tubuh sakit atau lemah kondisinya, kuman akan menjadi patogen, menimbulkan berbagai gangguan salah satunya ada;lah penyebab masalah diare. Dalam keadaan biasa, makanan dari usus halus yang masuk ke dalam usus besar tidak menimbulkan masalah karena ada kelep yang menghalanginya kembalinya kuman dari usus besar ke dalam usus halus. Namun, jika kelepnya rusak, berbagai macam kuman patogen akan masuk, seperti Escheriscia-coli atau jenis vibrio sebagai penyebab muntaber, mencret yang disertai gejala muntah-muntah.

Gejala dari penyakit ini yang biasa dirasakan oleh penderitanya adalah : muntah, badan yang lesu dan lemah, panas, tidak nafsu makan, dan juga darah serta lendir yang bercampur dengan kotoran yang penderita keluarkan selama mengalami penyebab masalah diare. Rasa mual dan muntah yang dirasakan dapat mendahului diare yang disebabkan dari infeksi virus. Infeksi ini terjadi secara tiba-tiba yang dapat menjadi salah satu penyebab dari penyakit diare, muntah, tinja berdarah, demam, serta pemurunan nafsu makan yang anda alami.

Selain itu dapat pula mengalami sakit perut dan kejang perut, serta gejala-gejala lainya seperti misalnya agak demam, nyeri otot atau kejang, dan juga sakit kepala. Gangguan bakteri dan parasit juga kadang-kadang dapat menjadi penyebab masalah diare yang ada di dalam tubuh anda yang menyebabkan tinja mengandung darah atau demam yang tinggi.

Pengobatan Penyebab Masalah Diare

Belum ada obat yang ampuh untuk memnbunuh kuman ini hanya daya tahan tubuh yang dapat menolaknya. Jika terjadi diare harus dilakukan pencegahan dehidrasi. Obat antibiotic yang diberikann dokter hanya bersifat menekan umur atau melemahkan kuman. Kuman lain nerupa salmonella meripakan kuman tifus yang menimbulkan gejala panas tinggi kurang lebih 1 minggu. Demamnya sangat spesifik. Pada sore atau malam hari suhu tubuh penderita menjadi tinggi, siang harinya suhu turun. Penderita tifus pada stadium lanjut sebaiknya harus dirawat dirumah sakit agar memperoleh perawatan yang intensif. Jika dibiarkan anak yang menderita tifys stadium lanjut dapat meninggal.

Selain dengan menggunakan obat anti biotik, anda juga dapat memberikan penderita dengan pengobatan herbal yang dapat anda olah dan anda buat sendiri dirumah.

Pengobatan herbal yang dapat anda berikan untuk penyembuhan penyebab masalah diare ini adalah :

Ramuan 1. Obat diare

Siapkan lima belas gram daun salam dan satu gelas air. Cara pembuatan ramuan dengan bahan tersebut adalah dengan mencuci bahan hingga bersih. Rebus daun salam dengan menggunakan satu gelas air bersih dan tunggu hingga mendidih selama lima belas menit. Masukkan sedikit garam kedalamnya. Lalu biarkan hingga dingin, lalu disaring. Air tersebut bisa langsung diminum.

Posted in Penyebab Diare | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diare Nonspesifik

Diare Nonspesifik

Diare nonspesifik merujuk pada penyebab diare.  Diare adalah keadaan terjadinya Buang Air Besar (BAB) lebih dari 3 kali dalam sehari dengan konsistensi encer. Diare digolongkan sebagai diare akut dan diare kronis berdasarkan lamanya terjadi diare. Bila diare terjadi selama kurang dari 2 minggu, maka digolongkan diare akut, selebihnya bersifat kronis. Jika disebabkan oleh adanya infeksi baik bakteri, parasit maupun virus, maka disebut diare spesifik. Diare nonspesifik dapat terjadi akibat salah makan (makanan terlalu pedas sehingga mempercepat peristaltic usus), ketidakmampuan lambung dan usus dalam memetabolisme laktosa (terdapat dalam susu hewani) disebut lactose intolerance, ketidakmampuan memetabolisme sayuran atau buah tertentu (kubis, kembang kol, sawi, nangka, durian), juga infeksi virus-virus noninvasive yang terjadi pada anak umur dibawah 2 tahun karena rotavirus.

Tanda dan gejala diare nonspesifik, yakni :

a. Tidak terjadi kenaikan suhu tubuh penderita
b. Tidak ditemukan lendir atau darah di feses penderita

Terapi Nonfamakologi

Upaya paling penting dalam penanganan diare adalah mengoreksi kehilangan cairan dan elektrolit secepat mungkin (rehidrasi). Bila masih memungkinkan secara oral, maka larutan gula garam atau oralit buatan pabrik telah mencukupi asalkan diberikan sesuai patokan (sesuai umur penderita dan berat ringannya dehidrasi). Penyebab kematian terbesar pada kasus diare adalah terjadinya dehidrasi, bukan karena bakteri atau penyebab lainnya.

Berikut ini tanda-tanda dehidrasi :

a. Dehidrasi Ringan

Mulut kering atau bibir kering, kehausan. Cairan yang keluar jumlahnya sekitar 5% dari berat badan penderita

b. Dehidrasi Sedang

Selain mulut kering, kehausan, juga terjadi penurunan tonus kulit (bila dicubit kulit akan kembali secara lambat). Cairan yang keluar berkisar 10% dari berat badan penderita. Urine mulai sedikit dan warnanya mulai lebih tua dari keadaan normal.

c. Dehidrasi Berat

Mata cekung, kulit pucat, bila dicubit sangat lambat kembali, ujung-ujung jari dingin, kesadaran menurun. Urine sudah tidak keluar atau jika keluar pun sangat sedikit dan berwarna sangat pekat. Cairan yang keluar lebih dari 50% berat badan penderita

Menjaga agar dehidrasi segera terkoreksi, oralit harus diberikan dalam 3 jam pertama dari saat terjadinya diare. Bila penderita muntah, tunggulah sampai 10 menit, segera berikan oralit. Pada anak-anak, bila sulit diberikan langsung, dapat diberikan sesendok teh tiap 1-2 menit.

Selain itu juga harus diperhatikan pemberian oralit setiap habis BAB

Kandungan Oralit

Oralit yang diberikan untuk penderita diare nonspesifik ini memiliki kandungan seperti oralit, Pharolit, Bioralit (Indonesia), Gastrolyte, Hidralyte, Repalyte (Australia), Glukosa, Natrium, Kalium, Klorida, dan Sitrat

Diagnosis Diare Nonspesifik

Diagnosis ditentukan dari gejala diare seperti buang air besar yang berulang kali dan lebih sering dari biasanya dengan konsistensi tinja yang dikeluarkan lembek dan cair.

Penatalaksanaan

WHO telah menetapkan beberapa unsur dalam penanggulangan penyakit diare akut yaitu berupa :

  1. Memberikan cairan, berupa upaya rehidrasi oral (URO) untuk mencegah
    maupun mengobati dehidrasi yang dialami oleh penderita.
  2. Tidak perlu menggunakan antidiare, sementara antibiotik maupun antmikrona hanya diberikan khusus untuk penderit kolera, disentri, atau yang sudah terbukti giardiasis atau amubasis.
  3. Tetap melanjutkan pemberian makanan seperti biasa terutama pada penderita diare pada bayi harus terus diberi ASI, selama penyakit diare dan dalam masa penyembuhannya.
  4. Pemberian petunjuk yang efektif bagi ibu dan anak serta keluarganya
    tentang upaya rehidrasi oral yang dapat di rumah, tanda-tanda untuk merujuk dan bagaimana cara mencegah diare di masa yang akan datang.

Dasar dari pengobatan yang dilakukan untuk penderita diare nonspesifikasi ini adalah dengan rehidrasi dan memperbaiki keseimbangan cairan dan elektrolit. Oleh karena itu hal pertama yang harus anda lakukan adalah dengan menentukan derajat dehidrasi. Langkah selanjutnya yang perlu anda lakukan untuk penderita adalah dengan upaya rehidrasi seperti yang dilakukan terhadap dehidrasi karena kolera.

Pengbatan Penyakit Diare

Pengobatan diare selain dengan menggunakan obat yang diperoleh dari rumah sakit, anda juga dapat menggunakan ramuan tradisional. Beberapa bahan dan cara yang dapat anda lakukan untuk membantu penderita mengurangi gejala penyakit diare yang diderita adalah dengan :

Ramuan 1. Urang-aring

Bahan-bahan yang diperlukan untuk pengobatan diare adalah urang aring segar sebanyak 60 gram. Cara pembuatan dari bahan yang sudah anda siapkan tersebut adalah dengan mencucinya terlebih dahulu kemudian di rebus dengan menggunakan air secukupnya. Tunggu hingga mendidih dan air rebusan ourang-aring tersebut digunakan untuk diminum oleh penderita. Ramuan ini dapat diberikan pada penderita dua kali sehari di pagi dan sore hari untuk membantu penderita mengurangi gejala penyakit diare yang dialaminya.

Ramuan 2. Buah Manggis

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat pengobatan diare ini adalah dengan menggunakan 2 buah manggis yang sudah matang yang sudah diambil kulitnya, air bersih tiga gelas, madu secukupnya.

Cara pembuatannya adalah dengan mencuci kulit buah manggis yang sudah anda sediakan hingga bersih lalu di iris-iris. Rebus dalam 3 gelas air hingga mendidih dan airnya tersisa setengahnya saja. Setelah ramuan matang, angkat, dinginkan dan beri madu secukupnya sesuai dengan selera anda. Ramuan ini dapat dikonsumsi dua kali sehari dengan sekali minum ¼ gelas. Konsumsi ramuan dengan rutin dan teratur hingga penyakit diare anda membaik dan sembuh.

Diare Nonspesifik

Posted in Penyebab Diare | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Penyakit Diare

Pengobatan Penyakit Diare ringan tidak perlu dilakukan karena akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3-5 hari. Hal ini dapat dijelaskan karena sel-sel selaput lendir yang luka dan rusak, bersama virus (atau kuman) dan toksinnya, dilepaskan dalam waktu kurang lebih 4 hari dan dikeluarkan dengan tinja untuk kemudian diganti oleh sel-sel baru. Dengan demikian keseimbangan antara penyerapan dan pengeluaran cairan oleh selaput lendir dinormalisir kembali. Oleh karena itu cukup bila istirahat dan banyak minum air (atau ORS) guna memelihara kadar garam dan air dalam tubuh.


Penghambat Diare

Untuk mengurangi diare dan mempercepat penyembuhannya, sering kali digunakan berbagai jenis obat. Diare yang disertai darah, demam dan kejang-kejang perut hebat sebaiknya tidak diobati sendiri, pilihannya :

1. Loperamida (Imodium)

Kebanyakan di negara Barat adalah obat bebas, tetapi di Indonesia masih memerlukan resep. Pengobatan Penyakit Diare ini banyak digunakan karena sangat ampuh untuk mempersingkat waktu diare sampai 2-3 hari. Kerjanya berdasarkan menekan peristaltik berlebihan dari usus dan memulihkan keseimbangan yang terganggu antara penyerapan dan pengeluaran air dari sel dinding usus. Efeknya lebih ditingkatkan bila pada penderita juga diberikan ORS.

2. Arang Aktif (Bekarbon, Norit)

Bila loperamida kurang berhasil, arang aktif juga sering kali ampuh. Terutama pada diare akibat salah makan atau disebut juga keracunan makanan. Arang aktif sangat berguna untuk mengadsorpsi zat-zat asing dan zat beracun yang berasal dari makanan rusak (basi, terurai oleh kuman). Untuk efek optimal perlu diminum dalam dosis cukup besar, yakni 2-3 kali sehari 3-4 tablet

3. Obat Rumah Tangga

Akhirnya masih dapat disebut minuman Coca Cola yang oleh sementara wisatawan diminum untuk mencegah dan menyembuhkan diare perjalanan. Diduga khasiatnya terletak pada Ekstrak Cola yang merupakan konstituen standar dalam minuman ini dan yang mengandung asam lemak dan antioksidansia yang mampu menjadi Pengobatan Penyakit Diare.

4. Obat Dokter

Obat-obatan tersebut diatas dapat digunakan untuk penanganan sendiri diare virus ringan, tetapi tidak berguna untuk diare yang disebabkan oleh bakteri, seperti disenteri basiler dan kolera. Untuk penyakit ini tersedia sejumlah obat lebih efektif yang dapat memusnahkan bakteri penyebabnya dalam usus. Obat antibakteri demikian meliputi beberapa jenis sulfa (sulfasuksidin dan sulfaguanidin) dan antibiotika (neomisin) yang hanya dapat diperoleh atas resep dokter.

Untuk diare yang penyebabnya virus, obat-obatan ini tidak efektif karena tidak bekerja sebagai antivirus dan tidak mempercepat penyembuhan

5. Istirahat yang cukup

Pengobatan Penyakit  diare dapat dilakukan dengan cara melakukan intirahat yang cukup. Jauhi tidur yang terlampau malam serta bangun yang terlalu pagi. Perlu anda ketahui sistem pencernaan anda juga membutuhkan istirahat yang cukup sehingga dapat memulihkan diri anda dan sedia pada waktunya pencernaan mulai bekerja kembali. Dengan anda tidur yang cukup dapat menolong anda untuk menyembuhkan diare yang sedang anda alami saat ini.

6. Minum teh hitam

Teh hitam dapat anda jadikan bahan untuk pengobatan Penyakit diare yang sedang anda alami, selain dengan menggunakan ter hitam anda juga dapat menggunakan teh pait atau teh tanpa gulauntuk untuk pengobatan yang anda berikan pada penderita penyakit diare. Bila penderita  tidak menyukai rasa teh yang pait anda dapat menambahkan dua sendok makan madu setiap cangkir teh yang anda berikan untuknya. Meminum teh hitam, rasberry, chamomile, jahe, dan teh blackberry diantara waktu makan penderita berguna untuk menenangkan perut serta untuk mencegah dehidrasi.

Gejala Penyakit Diare

Gejala dari penyakit diare yang dirasakan oleh penderita adalah :

  • Badan terasa lemas karena BAB yang sering, lebih dari 3 kali dalam jangka waktu satu hari.
  • Perut terasa mulas sampai kramp, dan juga perut menjadi kembung.
  • Penderita akan mengalami demam.
  • Selalu merasa mual dan muntah-muntah.
  • Bentuk dari tinja yang lembek dan cair.

Apabila anda atau bagian keluarga anda lainnya mengalami gejala dibawah ini ada baiknya anda segera membawa penderita ke rumah sakit untuk mendapatkan Pengobatan Penyakit Diare yang lebih lanjut. Gejala yang perlu diwakpadai adalah : demam pada penderita yang tinggi, diare yang disertai dengan lendir dan darah, merasakan sakit perut yang sedang hingga hepat, dan telah adanya tanda dehidrasi sedang dan berat antara lain : mata dan pipi cekung, mulut yang kering, kulit kering, merasakan haus, jarang buang air kecil, dan kencing yang berwarna gelap.

Pengobatan Penyakit Diare dengan Bahan Herbal

Selain dengan cara-cara yang sudah kita bahas diatas, anda juga dapat menggunakan ramuan herbal untuk pengobatan penyakit diare yang anda alami. Ramuan yang dapat anda buat adalah dengan menyiapkan buah apel yang belum masak. Cara penggunaan dari ramuan herbal ini adalah dengan mengkonsumsi apel yang belum masak tersebut sampai diare yang anda alami membaik.

pengobatan lainnya yang dapat anda buat adalah dengan menyiapkan 5 gram kayu secang dan air bersih sebanyak 2 gelas. Cara pembuatan ramuan dengan menggunakan kayu secang ini adalah dengan memcuci bersih kayu secang yang sudah anda sediakan. Lalu kayu secang anda rebus dengan menggunakan air hingga mendidih semala lima belas menit. Setelah 15 menit dan ramuan matang, air disaring dan dibagi menjadi dua untuk dikonsumsi penderita setiap pagi dan sore hari.

Pengobatan Penyakit Diare

Posted in Penyebab Diare | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Diare

Penyebab penyakit diare salah satunya adalah dari makanan dan minuman yang kita konsumsi. Penyakit diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan.

Penyebab Penyakit Diare

Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), kelebihan vitamin C, dan mengonsumsi Buah-buahan tertentu. Biasanya disertai sakit perut dan seringkali mual dan muntah. Memakan makanan yang asam, pedas, atau bersantan sekaligus secara berlebihan dapat menyebabkan diare juga karena membuat usus kaget.

Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Sebagai bagian dari proses digestasi, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai usus besar. Usus besar menyerap air, meninggalkan material yang lain sebagai kotoran yang setengah padat. Bila usus besar rusak atau radang, penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair.

Kebanyakan Penyebab Penyakit Diare adalah beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, penderita yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk orang yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.

Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius, seperti disentri, kolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn. Meskipun penderita apendisitis umumnya tidak mengalami diare, diare menjadi gejala umum radang usus buntu.

Penyebab Penyakit Diare lainnya adalah konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan. jadi apabila mau mengkonsumsi alkohol lebih baik makan terlebih dahulu.

Cara Mencegah Diare

Guna mencegah Penyebab Penyakit Diare, kebersihan perlu ditingkatkan untuk menjauhkan kemungkinan infeksi oleh virus atau bakteri. Tindakan pencegahan berikut ini perlu diperhatikan dengan baik :

1. Sayur-mayur hendaknya di cuci dengan baik (atau dimasak) sebelum dimakan

2. Buah-buahan sebaiknya dikupas kulitnya

3. Di tempat-tempat yang disangsikan kebersihannya, hanya minum air yang telah dimasak atau minum air mineral

4. Selalu mencuci tangan dengan sabun setelah buang air dan setiap kali sebelum makan

5. Semua bahan makanan harus disimpan dalam wadah tertutup untuk menghindari infeksi oleh lalat dan serangga lain. Daging mentah atau matang, nasi, sayuran, sup dan lain-lain, sebaiknya disimpan di lemari es

Penyebab Penyakit Diare yang membuat penderitanya mengalami keadaan parah penderita perlu istirahat total, artinya diam di rumah dan sebaiknya berbaring agar luka di dinding usus menyembuh. Selain itu perlu pantang makanan tertentu, antara lain gorengan, makanan berlemak atau zat merangsang (sambal dan merica). Hanya makanan yang mudah dicerna boleh dimakan, seperti bubur encer dengan kecap atau garam, roti panggang atau biskuit. Buah apel yang diparut juga dapat diberikan karena mengandung banyak pektin.

Minum banyak cairan. Tubuh terdiri dari 70% air. Air mempunyai peranan penting dalam tubuh, antara lain yang mengangkut semua bahan gizi ke tempat yang dibutuhkan dan menyalurkan “sampah” ke ginjal untuk dikeluarkan. Memelihara cairan tubuh dengan banyak minum adalah sangat penting terutama jika tubuh kehilangan banyak cairan akibat diare yang disertai muntah-muntah dan suhu tubuh yang meningkat. Hal ini terutama penting pada anak kecil dan orang lanjut usia karena pada mereka keseimbangan cairan lebih mudah terganggu dengan akibat timbulnya kekeringan (dehidrasi). Minuman sebaiknya air teh dengan sedikit gula, kaldu tanpa lemak, perasan buah-buahan atau larutan ORS, sedangkan susu dan kopi tidak dianjurkan.

Penanganan Penyakit Diare

Obat-obatan antidiare

Ada beberapa jenis obat anti diare yang bisa diberikan untuk mengurangi Penyebab Penyakit Diare, dan umumnya obat anti diare mampu mengurangi gejala, serta mempersingkat lamanya diare sebanyak  satu hari. Obat anti diare yang paling sering digunakan adalah loperamideObat ini terbukti efektif dan memilki efek samping yang sedikit. Loperamide mampu menjadikan kotoran Anda lebih padat dan mengurangi frekuensi buang air besar Anda. Sejumlah obat anti diare bisa anda dapatkan di apotik baik dengan menggunakan resep dokter maupun tidak menggunakan resep dokter. Anda disarankan untuk membaca petunjuk penggunaan obat yang tertera pada kemasan obat agar tahu takaran dosis yang tepat dan tahu apakah obat tersebut cocok untuk Anda.

Obat anti diare sebetulnya tidak diperlukan, kecuali Anda terdesak dengan aktivitas penting. Namun bila penderita sedang mengalami demam atau terdapat darah dan nanah pada tinjanya jangan memberikan obat anti diare pada penderita, dan segera periksakan ke dokter.

Obat-obatan pereda rasa sakit

Meskipun obat yang digunakan untuk pereda rasa sakit tidak akan mengobati diare yang anda alami, namun anda bolah minum paracetamol atau juga ibuprofen jika diare anda disertai dengan rasa sakit kepala dan juga demam. Penggunaan obat ibuprofen ini dilarang diberikan pada penderita asma dan bagi mereka yang memiliki penyakit liver atau penyakit ginjal.

Penyebab Penyakit Diare

Posted in Penyebab Diare | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment